Monday, October 20, 2014

Curhat ( 59 )


Hi, waktunya update blog.. :)

Hello semua, salam kenal buat pembaca baru. Saya seorang bipolar yang ( masih ) berjuang.

Semakin hari dengan bantuan obat, dukungan caregiver serta lingkungan, gw semakin membaik. Ya ada waktunya depresi cuma tidur ga produktif, ada juga hipomanik yang mana adalah moment gw kerja. Ada juga episode mixed yang semua campur aduk, apalagi menjelang haid. Aduh mama ampun deh moodswingnya. Thank God I survived.

Dulu gw pernah menuliskan tentang kunci pembuka segalanya. Ya itu masih gw terapkan sampai saat ini. 

1. JANGAN TERJEBAK MASA LALU
2. PENERIMAAN
3. KESADARAN AKAN SAAT INI
4. KENALI - SADARI - KELOLA

Beberapa kali gw ingat masa lalu gw, ya adakalanya gw tiba-tiba nangis mengingat impian gw yang diambil Tuhan begitu saja, entah bakal diganti dengan yang lebih baik atau gimana sekarang sedang di jalannya. Gw juga ingat orang tua gw kenapa dulu begini begitu sampai akhirnya gw bipolar. Marah sama Tuhan ( lagi ) juga ada. Ya wajar namanya manusia ga sempurna, bukan nabi pula, inget masa lalu wajar sekali. Yang jelas jangan terjebak. Nyaris gw terjebak tapi syukur alhamdulillah ada yang ngingetin. Nah ini gw ingatkan kalian ya supaya jangan terjebak nostalgia..

Penerimaan, yaudah gw ga bisa merubah takdir. Jalani saja hari demi hari dengan kesadaran akan yang ada saat ini. Jangan worry too much about future. Karena kecenderungan para odb adalah terlalu cemas memikirkan masa depan sampai lupa apa yang harus dilakukan hari ini. Santai aja, Tuhan udah atur. Usaha sebaik mungkin dari hari ke hari dengan target yang realistis.

Terus sadari gejala, moment gw kalau masuk depresi itu adalah banyak tidur, males kemana-mana, males gerak, dihantui rasa takut akan terjadi yang buruk, dan sedih. Alhamdulillah dengan obat yang teratur depresi munculnya ga berat-berat amat masih bisa dihandle. Dan entah kenapa ya Tuhan udah atur, pas lagi depresi seperti moment dimana gw istirahat. Ga ada orderan kerja. Nah pas mood mulai naik baru gw mulai lagi kerja jadi tersalurkan tenaganya. Puji Tuhan juga kerjaannya muncul aja gitu sesuai mood gw. Semoga bisa aman terus untuk urusan kerja. Ya walaupun jadi kerja mood-mood-an, gpp lah sambil belajar kerja. Secara gw bener-bener banting haluan dari dunia kedokteran ke design + event organizer.

Sedikit tentang kerjaan, Tuhan sudah atur. Dulu setelah gw nonton film Soekarno, gw terpikir apa yang bisa gw lakukan untuk negara ini. Ga lama kemudian gw kerja untuk bikin design produk dan kelengkapan acara kebangsaan. Jadi ada semacam games gitu yang temanya nasionalisme, gw ke beberapa kota di Indonesia untuk mempromosikan games tersebut, jadi semacam EO kecil. Ini awal yang bagus buat gw. Tuhan langsung jawab semua doa gw. Dapet kerjaan ia, menyangkut kenegaraan ia. Ya banyakin doa dan berbuat kebaikan. Insyaallah Tuhan sudah atur jalannya. Banyak sabar dan usaha juga. : )

Ya begitulah, skrg sedang persiapan untuk keluar kota lagi. Moodswong masih, tapi kata dokter gw jangan kerjaan yang diatur mood. Melainkan kita yang terus bekerja apapun moodnya. Jangan mau dikendalikan bipolar. Ya kira-kira begitu, gw juga masih dan akan terus belajar. Inilah perkembangan gw selama 5 tahun bipolar.

Semangat buat teman-teman semua ya. Sabar, jangan kebanyakan nengok ke belakang, jalan itu ke depan seperti kata pembimbing gw. :) See you next update.


Oh ya, salam cinta kasih untuk semua..





Friday, September 12, 2014

My Champaign with Bipolar Care Indonesia



Menjadi narasumber di acara talkshow Kinanti JakTV bersama Kak Igi dan Mbak Psikolog Fitri, membahas gangguan bipolar pada anak dan bercerita mengenai Bipolar Care Indonesia.


Menjadi narasumber di acara DAAI Inspirasi di DAAI TV.


Kampanye mengenai gangguan bipolar di V Radio.





Wednesday, June 11, 2014

Creating Art From The Heart


Kali ini gw ingin bicara tentang seni sebagai terapi. Gw sudah sangat amat merasakan manfaat seni sebagai lini kedua gw dalam menemani kebipolaran gw. Semoga teman-teman juga bisa merasakan manfaatnya. Ini gw share sedikit tentang konsep berkarya gw..

Semua berawal saat gw melihat lukisan Vincent van Gogh yang Starry Night ( pernah beberapa kali gw bahas disini ). Melihat lukisan itu gw jadi pengen menggambar lagi. Gw belilah buku mewarnai anak tk itu, gw ga mau sekedar ngasih warna terus udah aja gitu, jadi gw mengisi gambar-gambar itu dengan pattern. Bagi gw itu lebih menantang. Terus terpikirlah kenapa ga buat gambar sendiri dengan satu warna aja, kayaknya asik. Dan gw pilihlah hitam putih.

Jika dilihat proses berkaryanya, dulu karya gw sederhana sekali. Tetap, setiap menggambar gw sedang mengalami moment yang tidak bisa diulang. Seluruh ide, emosi, energi melebur jadi satu di sebuah karya tersebut. Tidak bisa ditunda juga. Harus keluar karena itulah bentuk ekspresi terdalam gw. Dan setelah keluar ekspresinya, leganya nikmat.

Gw lakukan terus hal itu saat gw galau. Kemana-mana gw bawa sketchbook dan spidol. Simple untuk dibawa-bawa, itu juga alasan kenapa gw memilih hitam putih. Tidak terasa, sudah 4 tahun gw menggambar. Kini terkumpul hampir 100 gambar hitam putih di kertas A4 dan A5. Gw sendiri kadang takjub, ternyata sudah begitu banyak moment yang gw lewati.

Nah, hal yang lucu menurut gw adalah, pada dasarnya gw ga bisa gambar. Gw sama sekali ga tau teori seni atau cara menggambar. Gw ga bisa gambar orang dengan ekspresi atau benda dengan perspektif. Gw cuma menggambar sebisa gw, mengikuti intuisi, mengalir bersama rasa. Saat memulai menggambar ya gw ga mikir bakal jadi kaya apa atau pake teknik apa. Cuma ide kasar apa yang mau gw buat. Lalu semua mengalir begitu saja, mungkin kelebihan gw adalah sisi artistiknya.

Hal lucu ini belakangan membuat gw minder dan bingung. Orang-orang bahkan seniman dan kurator ternama mengatakan karya gw menarik ( maaf ya sombong dikit ehehe ). Padahal kan gw ga bisa gambar. Bentukan orang gw siluet semua haha. Lantas gw jadi mengatakan ke diri gw bahwa I'm not good enough, I'm bad, etc yang akhirnya menggangu pikiran. Padahal berkarya mah berkarya aja, ga usah gimana-gimana amat. Sampai akhirnya gw menemukan quotes dari ( lagi-lagi ) Van Gogh :

“If you hear a voice within you say you cannot paint, then by all means paint and that voice will be silenced.” ― Vincent van Gogh

Nah, bagi gw itu artinya cukup dalam. Saat pikiran2 gw mengatakan gw ga bisa gambar, yang harus gw lakukan adalah berkarya lebih banyak sebagai bentuk pembelajaran dan bukti konsistensi. Hal ini bisa berlaku untuk hal lain diluar menggambar juga.

Kira-kira begitu cerita gw tentang moment berkarya gw. Tips bagi teman-teman yang mau menerapkan art therapy / expressive art dari gw :

  • Saat memulai, niatkan untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan jiwa. Bukan untuk membuat karya seni yang indah atau mengindah-indahkan sesuatu yang telah tercipta.
  • Tidak harus bisa menggambar untuk menerapkan seni sebagai terapi. Lakukan saja sesuka hati, kemanapun jiwa membawa mengalir.
  • Jangan terlalu pusing mikirin teknik atau komposisi atau apalah itu teori-teori. Kan mau berekspresi untuk terapi, karya adalah bonus dari terapi. Bagus jelek karyanya bukan hal yang penting.
  • Nikmati prosesnya. Larutlah dalam setiap detik ekspresi yang terungkap dan emosi yang keluar. Harapannya saat sudah selesai, pikiran dan hati terasa lebih lega.
  • Konsisten. Lakukan setiap "moment" itu dirasakan datang. Nanti akan terasa kenikmatannya jika sudah terbiasa.

Kira-kira begitu tips dari pengalaman gw. Oh ya, gw bukan expert di bidang seni atau psikologi. Gw hanya memberi pandangan dari apa yang gw rasakan. Ambil baiknya saja sesuai bagaimana teman-teman rasakan nyaman. Jangan jadi pusing karena dipaksakan. Banyak cara selain menggambar kok. So, salam sehat jiwa. SemangArt ! : )

Karya-karya gw bisa dilihat di www.vindyariella.blogspot.com


Saturday, May 24, 2014

Kunci Pembuka Segalanya

Hi, sudah lama ga update blog. Dan sempet beberapa kali di private juga karena ( sayangnya ) paranoid gw sedang muncul. Sekarang kondisi sedang oke, update dikit.  : )

Sesuai judul, gw tekankan lagi kunci-kunci pembuka segalanya. Pembuka kelapangan, ketenangan, kedamaian, dsb. Ini juga gw masukan sedikit hasil diskusi dengan psikolog + psikiater.

1. JANGAN TERJEBAK MASA LALU

Ini sudah berkali-kali gw bilang. Ini ajaran pertama guru gw. Masa lalu itu adalah untuk pembelajaran. Jangan sampai terjebak di dalamnya karena itu akan menghilangkan segala kunci-kunci pembuka. Coba ya dibayangkan, apa untungnya kita bertanya-tanya "kenapa dulu saya begini, kenapa dia dulu begitu, kenapa kenapa kenapa" padahal semua itu sudah berlalu. Apa nggak capek ? Mau dirubah juga ga bisa. Cukup jadikan pelajaran dan jadikan modal untuk terus maju. Itu namanya move on. Jadi move on itu ga cuma untuk abis ditinggal pacar ya.. hehe

2. PENERIMAAN

Biasanya kalau sudah bisa move on dari masa lalu, tahapan penerimaan ini bisa lebih enteng. Menerima juga bukan sekedar "oke saya kuat sabar". Tapi cobalah menanam cinta kasih kepada sesama, syukuri hidup ini apa adanya, tebarkan kebaikan kemanapun kaki melangkah. Pada akhirnya kita melihat hidup dari sisi yang berbeda, lalu munculah penerimaan bahwa kondisi yang kita alami sekarang adalah jalan hidup kita yang harus dilalui. Mau apa jika jalannya sudah ditetapkan ? Berontak ? Ya buang energi lah. Jadi terima dengan utuh apa yang kita miliki sekarang. Ngomong memang gampang. Tiba2 menolak lagi juga wajar. Ya diingat2 terus untuk bisa kembali berdamai. Nantinya walaupun depresi tetap melanda, akan lebih mudah berlalu dan juga tidak berat2 amat gejalanya. Ini yang gw rasa sekarang.

                         

3. KESADARAN AKAN SAAT INI

Yang dimaksud disini adalah, dalam tiap hari kita, tiap detik kita, dinikmati saja. Dulu gw kalau lagi mood naik suka takut karena terpikir abis hipomanik muncul depresi. Sekarang ya nikmati aja, jangan khawatir berlebihan. Cukup aware akan gejala, lalu aware terus bahwa yg harus dijalankan oleh kita ya detik ini. Kalau sedang depresi, mungkin waktu akan terasa lama dan menyiksa, but that's ok. Itu hanya bagian dari bipolar. Bukan diri kita. Berat ? Ya jelas. Gw ga pengen menye2 kaya motivator yang penuh gairah. Gw akui, memang berat. Yakinlah jika sudah biasa depresinya akan berdamai sendiri dengan jiwa kita. Terdengar lucu ? Memang. Kok orang depresi bisa berdamai. Ya itulah uniknya bipolar. Kadang datang tanpa sebab hilang dengan sendirinya digantikan fase lain. Karena itu poin nomor 2 sangatlah penting.

4. KENALI - SADARI - KELOLA


Ini gw dapat dari sesi konseling kelompok. Ini juga merupakan langkah penting dalam perjalan seorang bipolar. Pertama, cari tahu dalam diri kita maniknya itu yg bagaimana tandanya, depresinya itu bagaimana, berapa lama siklusnya, dsb. Sehingga saat mulai muncul gejala kita bisa sadari. Mungkin perlu minum obat tambahan, atau terapi lain, perlu refreshing. Pada akhirnya, semua gejala itu bisa kita kelola. Mengelola adalah tujuan akhir dari segalanya. Karena ( katanya ) bipolar tidak bisa dibilang sembuh total, maka mengelola ini kata yang lebih tepat. Dengan mengelola, gejala bisa hilang dan kita kembali berfungsi sebagaimana orang lain. Kalaupun masih ada gejala, dengan pengelolaan yang baik akan bisa diminimalisir. So, cobalah cari strategi pengelolaan yang baik dan cocok untuk masing-masing odb. Pasti ada. Jangan gampang putus asa dalam mencari strateginya ya..

Pokoknya tetap semangat. Semua hal yang ada pada diri kita ini ada hikmahnya. Bipolar ada obatnya, ada psikoterapinya, ada support lingkungan pula di Bipolar Care Indonesia. Jadi teruslah berjuang. Sekian terima kasih. : )