Saturday, April 12, 2014

Monday, March 17, 2014

Curhat ( 58 )

Hi. Mau update dikit.

Di post terakhir gw tampak sudah menjalani hidup baru. Ya memang begitu adanya, tapi tetap masih ada depresi dalam hidup gw. It's ok. Saat baik jalani segalanya sebaik mungkin. Saat tidak baik istirahat dulu untuk siapkan diri agar segera baik lagi. Memang begitu hidup bukan ?

Dulu, saat belum bisa menerima bipolar sebagai bagian hidup, setiap depresi muncul amarah kepada Tuhan, masa lalu, dsb. Jadi depresi yang sudah ada tambah berat karena terpengaruh pikiran-pikiran yang seharusnya bisa gak dipikirin. Sekarang setelah memahami dan menerima, saat depresi yaudah gw depresi aja. Menderita ya tentu, namanya juga depresi. Mengeluh wajar. Minta dukungan sangat normal. Gw juga manusia. Sekuat-kuat dan sebijak-bijaknya gw, saat sedang dalam masalah atau emosi negatif ya gw butuh pertolongan dan istirahat juga.

Coba dipikir lagi, ga capek apa ya marah2 mulu ama keadaan yg tidak bisa dirubah ? Meningan tenaganya dipake untuk fokus yang lain. Menumbuhkan cinta kasih, mencari makna dari tiap peristiwa, mendekat pada Sang Pencipta, belajar berdamai, melatih mindfulness. Banyak hal yg bisa dikerjakan. Dan bukan bermaksud untuk nakutin, di gw walaupun sudah mencoba dan terus belajar hal2 tersebut, tetap sakit itu masih ada. Gw ga mau menye2 bilang dijamin tenang jika sudah berdamai. Nggak begitu ternyata. Kalau dulu gw pernah ngomong gitu ya maaf deh. Haha.

Tapi yang pasti, dengan menerima, reaksi kita terhadap depresi dan emosi negatif lainnya tidak selebay kalau kita tidak menerima. Kalau keadaan lagi baik coba juga untuk meditasi. Jadi yg negatif bisa mengalir pergi seiring hembusan nafas. Baca-baca tentang mindfulness juga deh. Itu sangat membantu gw.

Hmm ya jadi intinya sebenarnya gw mau menyampaikan kalau gw sedang depresi. Haha. Ga berat2 amet sih. Tapi cukup membuat kerjaan berantakan dan memporak-porandakan isi jiwa. Ya gpp, nanti juga berlalu. Nikmati aja saat2 otak blank, konsentrasi susah, lelah, dan emosi tertekan yg tanpa sebab. Sambil minta dukungan orang-orang dekat. :')

Monday, February 24, 2014

Psikoedukasi Bipolar Care Indonesia



Pernah merasa senang lalu tiba-tiba sedih, atau lagi ketawa-ketawa terus kesal tanpa sebab ? Pernah bertanya-tanya apakah perubahan-perubahan mood itu termasuk bipolar atau tidak ?

Bipolar Care Indonesia akan mengadakan psikoedukasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyan seputar itu. 

"Moody, Normalkah ? : Mengenal perubahan mood normal dan abnormal."

Sabtu, 1 Maret 2014
di Kedai Lentera
Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Ps Minggu, Jaksel ( dekat Salihara ).
Mulai jam 11.00 WIB

dengan narasumber : Widya S. Sari, M.Psi, Psikolog 

Datang ya ! Sampai jumpa disana.. : )

Wednesday, February 19, 2014

Work Hard Play Hard

Hi. Saatnya update blog. : )

Di post-post sebelumnya gw masih membahas tentang rencana kedepan setelah melepas impian untuk menjadi dokter. Sekarang gw jadi freelancer design grafis + ilustrator. Seni lukis / gambar-gambar yang biasanya gw post itu adalah untuk terapi gw. Sedangkan design adalah untuk kerjaan.

Kalau dipikir-pikir, rencana Allah itu manis-pahit. Sejak SMA gw suka dunia seni dan design. Memang menjadi dokter adalah cita-cita dari kecil yang gw juga kadang ga tau kenapa mau jadi dokter. Cita-cita kedua gw adalah di bidang design. Gw suka keduanya. Dari hasil psikotes juga hasilnya 2 bidang itu. Nah pas mau penjurusan SMA, sebenarnya gw masuk IPS. Dan gw yaudah ikhlas aja ga jadi dokter. Toh masih bisa ambil design. Tapi ternyata orang tua tidak sejalan dan gw diusahakan masuk IPA, berhasil dan jadilah gw anak IPA lalu kuliah kedokteran.

Di semester 5, gw didiagnosa bipolar. Berhasil meraih S.Ked, menjalani setengah perjalanan koass ( kisahnya bisa dibaca semua di blog ini ), lalu memutuskan pindah haluan ke dunia seni dan sempat kehilangan arah. Gw pernah bilang bahwa gw fokus dulu untuk memperbaiki diri. Gw dekatkan diri pada Allah, ibadah, dan meditasi juga. Obat jalan terus. Dukungan dari psikiater dan pembimbing gw juga berjalan baik. Dan disinilah gw sekarang..

Gw dulu berpikir, bagaimana harus memulai karena pada dasarnya gw belajar design, adobe photoshop, ilustrator, dll itu murni autodidak. Bagaimana gw melamar kerja dan harus menyusun CV / portfolio untuk bidang design sedangkan gw sarjana kedokteran. Bagaimana gw bisa bersaing dengan lulusan design grafis, DKV, dll. Bagaimana bagaimana bagaimana terus. Jadinya fokus gw bukan untuk memulai bertindak. Sehari-hari hanya mengurus komunitas. Sisanya memperbaiki diri dan nonton Spongebob. Tapi gw tidak pernah berhenti meminta melalui doa. Sampai suatu hari doa gw dijawab Allah SWT.

Mungkin memang sudah tepat saatnya. Gw bertemu kolega bokap yg masih sepupuan ama gw. Mereka sedang mengerjakan sebuah proyek dan butuh designer grafis juga ilustrator. Ya gw ambillah kesempatan ini untuk memulai langkah. Proyeknya menarik dan cukup besar. Jadilah gw mendesign dan membuat ilustrasi untuk proyek tersebut.

Sekarang sehari-hari gw tetap dirumah, sesekali ke kantor. Kalau ditanya gw kerja dimana, gw jawabnya di sofa. Haha. Ya, gw berada di depan sofa dari siang sampai malem, depan laptop dan alat gambar. Gw juga tetap bisa nonton Spongebob. ;p

Freelancer memang sepertinya yang terbaik dari Tuhan untuk gw. Walupun kalau ga pinter atur waktu akhirnya kerjaan numpuk menjelang deadline, tapi ini jauh lebih baik daripada gw stay di RS jaga IGD. Gw juga masih ada waktu untuk mengurus Bipolar Care Indonesia. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik so far.

Ya itulah hidup. Sudah diberikan jatahnya saat penjurusan SMA, tapi muter dulu, ujungnya balik ke yang sudah dijatahkan itu. Setiap manusia sudah ditetapkan jatahnya. Tapi dalam prosesnya melibatkan tangan kita juga. Mungkin itu yang disebut pilihan. Mempelajari, mengambil keputusan, diberi kesempatan belajar oleh Tuhan, kalau memang bukan jatahnya nanti diarahin lagi sama Tuhan.

Kalau dipikir lagi, seandainya dulu gw masuk IPS, lalu kuliah design, mungkin gw udah kerja jadi designer grafis / ilustrator yang lebih profesional. Gw juga ga pusing mikirin harus isi apa di bagian pendidikan CV. Rasa penyesalan ada lah. Cukup berikan senyuman. Ditambah air mata dikit boleh deh. Tapi jika gw ditanya "Seandainya dikasih kesempatan mengulang waktu, apakah akan berusaha merubahnya ?" jawaban gw adalah tidak. Karena jika gw tidak berputar dulu, gw belum tentu akan sekuat sekarang, bisa melihat sisi lain dari kehidupan dan memaknai misteri dari Tuhan. Yang terpenting, gw belum tentu bisa menjadi seperti diri gw yang sekarang. Itu yang gw sebut sebagai bijak menyikapi penyesalan. Untuk menjalankannya, gw akan selalu ingat peraturan pertama dari pembimbing dalam proses belajar gw :

"Boleh melihat masa lalu tapi jangan kembali kesana.." - Joko Kisworo.

So, cheer up ! Jangan mau dibayangi masa lalu yang gak bisa diubah. Apalagi terjebak didalamnya. Kita yang pegang kontrol untuk menjalankan hari ini, demi hari esok yang lebih baik. Terus belajar dan semangat ya..  


Saturday, January 18, 2014

My Point of View


Banyak hal terjadi di awal tahun 2014 ini. Cukup mengagetkan, tapi terima kasih karena mereka telah memberikan gw pelajaran yang berharga. Memang masalah itu gak pernah gw ceritakan disini. Nggak usah kepo yaa.. Haha. Gw bahas pelajaran yang dapat diambil aja. So, dari kejadian-kejadian itu gw jadi terpikir untuk menuliskan paragraf berikut ini..

"Ada banyak bentuk kepedulian. Doa, pertolongan, pelajaran, nasehat, kemudahan, kasih sayang, perhatian, dsb. Ada banyak juga cara menerima kepedulian. Mereka yang bersyukur, menghargai, dan rendah hatinya akan lebih mudah merasakannya. Sedangkan mereka yang kufur nikmat, selalu mengeluh, dan tinggi hatinya akan selalu merasa kurang. Kebanyakan dari mereka juga banyak menuntut tanpa melihat dirinya lebih dalam. Tapi manusia tidak ada yang sempurna. Baik buruknya, bisa dinilai sesama manusia. Tulus tidaknya, cukup dalam hati dan biar Tuhan yang menilai. Berbuat baik kepada semua orang berbeda dengan memiliki banyak muka. Bagiku, siapapun patut dihargai. Tak berhak aku membenci ciptaan-Nya. Tak layak jika aku menyimpan dendam sedangkan Tuhanku Maha Pengampun Jika aku tampak palsu bagimu, mungkin karena kita tidak sepaham. Jika aku menghindar darimu, itu karena aku perlu menjaga kedamaian hati dan jiwaku untuk berbuat kebaikan yang lain. Aku juga manusia biasa dengan segala keterbatasan dan tak luput dari kesalahan."

Ada pepatah mengatakan "mulutmu harimaumu". Ya itu patut direnungkan. Apa yang gw tuliskan diatas murni dari pemikiran gw. Mungkin gw sendiri belum sepenuhnya melakukan itu. Kadang masih suka gondok. Tapi gpp. Biarlah gw tuliskan disini supaya gw juga ingat dengan apa yang pernah gw sampaikan. Kalau pun gw lupa, gw mohon maaf dan semoga gw bisa segera ingat kembali. Gw bukan manusia sempurna.

Bagaimana kalian menilai gw, itu hak kalian. Banyak kekurangan dalam diri gw. Kita sesama manusia memang seyogianya saling mengingatkan. Semoga kita bisa terus mengambil pelajaran dari setiap kejadian hidup. Semoga kita selalu ingat dan diingatkan untuk mengingat siapa diri kita. Semoga kehidupan dunia tidak membutakan kita untuk selalu menjadi diri yang lebih baik. Semoga cahaya hati kita tidak redup karena hawa nafsu dan ego. Amiiin.