Wednesday, April 27, 2016

Liburan

Well, beberapa hari ini gw ngilang. Ge sedang liburan. Ya sebenernya ini istilah gw aja sih bilang liburan. Yang terjadi sebenarnya adalah gw dirawat di bangsal jiwa selama 8 hari. Haha.

Kenapa ? Karena sudah 7 bulan gw mixed antara hipomanik depresi. Naik turun dan banyak pikiran negatif sampai akhirnya sore itu gw nyerah pengen istirhat dari gejolak mood dan pikiran yang muter2. Kali ini gw menyerahkan diri untuk dirawat. Dan tanpa nenggak obat banyak-banyak atau hal spektakular lainnya.

8 hari di bangsal, gw mendapat psikoterapi yang bagus banget. Sebenernya beberapa sudah diajarkan oleh psikolog dan psikiater gw sebelumnya. Hanya saja namanya saya seorang manusia yang mudah lupa begitu saja jadi mesti dapat semacam recharge energi dan psikoterapi ulang.

Rasanya di bangsal waktu berjalan lambat sekali. Aktivitas yang dapat dilakukan juga terbatas. Tapi akhirnya gw merasa relax sih ga mumet lagi. Apalagi setelah psikoterapi pikiran gw mulai terurai satu-satu dan mendapat solusi. Jadi keluar bangsal bisa fresh lagi.

Pas keluar, gw langsung nyari warung nasi padang hahaha. Dan gw merasa banyak hal sehari2 gw yang dapat gw syukuri. Secara di bangsal serba terbatas. Sampai luar bisa ngerasain naik mobil, makan sesuai yang diidamkan, tiduran di kasur kamar, semua jadi gw syukuri. :')

Hmm sebenernya ya, di bangsal jiwa itu memang kesannya horor banget. Bakal bareng pasien yang kurang beruntung hidupnya yang tidak bisa lagi komunikasi dan hilang kontak dengan realita. Terus seperti dikurung, ga boleh dijagain keluarga ga kaya opname biasa. Tapi diluar itu semua, suster dan dokternya baik2. Bisa diajak diskusi. Obat juga dipastikan diminum ga skip-skip. Semua demi kebaikan kita. Dengan liburan gw selama 8 hari itu gw merasa lebih beruntung dengan kondisi gw walaupun banyak orang lebih beruntung lagi dari gw. Ya gpp itu jalan hidup gw. Semua harus disyukuri.

FYI, gw dirawat di RSCM pake BPJS. Semua gratis termasuk obat. Tinggal bayar bulanan BPJS-nya aja sesuai kelas yang dipilih. So, kalau misal dari kalian ada yang indikasi rawat, nggak usah terlalu takut. Nikmati aja percayalah itu demi kebaikan kalian. Sekian dulu cerita liburan gw. Hehe.

Saturday, April 9, 2016

World Bipolar Day 2016 !

Pada post kali ini gw akan bercerita bagaimana sebuah tim yang isinya mostly bipolar bisa menyelenggarakan 3 acara sekaligus untuk merayakan World Bipolar Day ( WBD ). Kenapa gw post, karena gw rasa pengalaman kami bisa menjadi inspirasi bahwa sebenarnya seorang bipolar bisa lakukan apa yang seperti orang lain lakukan. Nggak terjebak dalam sakitnya dan meratapi kesedihan. Dengan terapi yang tepat kami bisa berguna bagi orang lain kok. So, don't be afraid. And I'm with you. So, here we go.

Jadi, tim pengurus BCI sekarang ada 10, terdiri dari Gw, Anya, Egga, Igi, Dian, Tania, Yisha, Rayhana, Agus, Talitha. Dari 10 orang itu 8 bipolar dan 2 relawan sekaligus caregiver. Bisa dibayangkan sebuah tim terdiri dari orang yang bipolar, semua dalam pengobatan dibawah pengawasan psikiater masing-masing. Dan inilah yang kami lakuka..

Berawal dari duduk-duduk nongkrong, tim program dari BCI ingin buat acara untuk perayaan WBD. Entah saat itu manik apa nggak, kita bikin rancangan untuk 3 acara sekaligus yang pelaksanaannya berselang sebulan-sebulan. Awalnya gw mikir apa bakal berhasil, dan we did it !

Kampanye di Car Free Day Thamrin

Acara dimulai jam 6. Kami para pengurus dan volunteer yang bergabung untuk bantu acara kampanye kami ini kumpul. Sarapan dulu dengan snack, lalu briefing. Jam 7 kami mulai membentuk formasi barisan membawa sign yang berisi kata-kata bipolar. Lalu kami berjalan dengan rute McD Sarinah, Bunderan HI, dan kembali ke McD Sarinah. Selama berjalan kami juga meneriakkan yel-yel sebagai statement bahwa bipolar bisa berkarya. Kami juga bagi-bagi brosur dan pin yang berisikan informasi mengenai gangguan bipolar. Tak sedikit orang yang nengok, kepo, dan nyamperin nanya bipolar itu apa. Berarti kampanye kami bisa dibilang cukup berhasil. Esok harinya juga masuk ke koran kompas dan media online viva news. Berikut foto-fotonya..




Pemutaran dan Diskusi Film "At The Very Bottom of Everything"

Acara kedua kami adalah pemutaran dan diskusi film karya Paul Agusta yang juga seorang bipolar. Film yang diputar bercerita tentang narasi kisah seorang penderita bipolar + ilustrasi yang imajinatif dan simbolis. Setelah film diputar kita ngundang psikiater ( dr. Ashwin Kandouw, Sp.KJ ) dan Paul Agusta langsung untuk diskusi. dr Ashwin menjelaskan mengenai definisi, penyebab, gejala, penanganan, dan lainnya tentang bipolar. Lalu ada juga ketua acara kami Anya yang bercerita tentang pengalamannya sebagai ODB. Begitu pula dengan Paul Agusta, beliau menyebutkan bahwa sebagai penderita kita jangan mau kalah sama penyakit. Jangan mau berlindung dan menjadikan bipolar sebagai alasan untuk nggak ini itu. Lawan. Sungguh diskusi yang inspiratif dari narasumber. Dihadiri lebih dari 80 orang sesuai kapasitas ruangan. Berikut foto-fotonya..




Talkshow dan Art Performance

Nah, ini acara ketiga kita. Acara puncak. Dan nggak nanggung-nanggung, acara kami laksanakan di gedung kemendikbud yang bisa menampung hampir 200 orang, dan kursinya penuh semua loh sampai ditambah beberapa dari luar. Acara ini dibuka dengan pembacaan puisi dari seorang siswa SLB dari derah mana gitu gw lupa. Lalu sambutan dari perwakilan kemenkes. Sambutan dari ketua BCI Kak Igi, puisi lagi dari Asqa yang keren banget, lalu talkshow dan art performance. Pada talkshow, kami mengundang Marshanda sebagai narasumber utama. Ada juga dr. Yenny D.P, Sp.KJ, Natassja ( ODB ) dan Kak Igi di atas panggung. Marshanda bercerita bagaimana dia menjadi seorang yang penuh syukur setelah menerima bahwa dirinya menderita bipolar. Walaupun awalnya sempet denial *sama ama gw haha* tapi sekarang dia menerima dan rutin konsul serta minum obat. Nggak lupa, berkarya jalan terus. Kata dia jangan terlalu melabeli diri kita bipolar sehingga kita jadi nggak bisa apa-apa. Kurang lebih gitu. Inspiratif sekali. Oh ya, marshanda juga berbagi cara dan tips mengatasi mood drop or naik serta serangan panik. Hebat lah dia pokoknya menurut gw. Dan yang paling seru, di akhir acara ada art performance dari para pengurus berjudul MENARI DIANTARA GELOMBANG. Termasuk gw juga hihi. Performance kami adalah gabungan dari sastra, teater, seni rupa, dan musik. Bisa dibayangkan kan kerennya haha. Jadi kami, 5 orang ODB dan 1 orang narator bercerita penggalan hidup masing2 mengalami manik depresi. Semacam masing2 baca monolog gitu dengan ekspresi khas masing2. Diiringi alunan biola, dan setelah baca monolog masing2 kita bergantian melukis diatas kanvas. Untuk pertama kalinya gw monolog di depan 200 orang. Deg-deg ser gimana gitu haha. Setelah performance selesai, seluruh penonton tepuk tangan bahkan ada beberapa yang berdiri memberikan standing applouse. Wah banget pokoknya. Bikin merinding. Beberapa sempet cerita ke temen gw kalau ada yang jadi menitikkan air mata, mengingat kehidupannya sebagai ODB, dan berbagai respon lainnya. Performance ini terlaksana berkat sutradara, penulis naskah, pelatih, yang mana beliau adalah seorang teman-sahabat-kakak-bapak-guru gw Mas Joko Kisworo alias Zoro. Hehehe. Jadi kami diminta menuliskan kisah masing2 lalu dia edit dan gabungin menjadi sebuah naskah yang keren. Mantap lah. Rugi yang ga datang acara itu. Pecaaaah soob !! Berikut foto-fotonya..









Jadi begitulah rangkaian acara kita. Semua terjadi berkat kekompakan pengurus yang walaupun mood naik turun sampai depresi juga masih pada kerja. Salut untuk mereka semua terutama Anya sebagai ketua acara. Terima kasih juga buat para volunteers yang bersedia membantu terlaksananya acara ini. Tahun ini WBD di Indonesia sukses. Tahun depan gosipnya sih mau dibiayain kemenkes. Hehehe. Semoga jadi ya biar makin pecaaah.. Haha. Alhamdulillah ya Allah atas segala kemudahan yang Engkau berikan untuk acara ini. :")






Thursday, February 4, 2016

ARTRIELLA

So, gw baru meluncurkan sebuah brand yang menjual artprint dari karya-karya gw. Karya tersebut dicetak dalam berbagai macam barang seperti kaos, totebag, pouch, bantal, mug, tumbler, dll. Nama brandny ARTRIELLA. Ya semoga aja bermanfaat daripada gw simpen doang itu karya. Hehe. Visit my store ya..





Selain itu ada juga produk gw dengan design ekslusif yang bisa ditemukan di 



Ada berbagai produk juga dengan 3 design diatas. Yang di gambar itu contoh totebag. 

HAPPY SHOPPING !


Wednesday, January 27, 2016

Kematian

Tenang, ini bukan cerita horror-horroran atau ngajakin kalian bunuh diri massal. Ini cuma reminder aja berdasarkan apa yang gw alami.

Sebagai bipolar, gw seringkali mengatakan ingin mati bahkan mencoba bunuh diri. Suatu hari gw berbincang dengan nyokap. Katanya kalau matinya bunuh diri itu arwahnya ga tenang gentayangan. Terus gw tanya sama temen gw yg orang "pinter". Katanya memang arwah yang matinya menentang kehendak Tuhan arwahnya tidak tenang. Dan bener katanya gentayangan. Jadi budak iblis. Ya ini menurut kepercayaan gw dan dia ya terserah mau percaya apa nggak. Sejak itu gw jadi mikir kalau lagi terlintas pengen mati bunuh diri. Nah terus..

Jumat 22 Januari 2016 lalu nenek gw meninggal dunia. Gw lagi santai dirumah terus suster yg ngerawat nenek manggil nyokap, om, dan gw. Katanya nenek sepertinya sudah waktunya. Pas gw masuk bener aja. Matanya udah ga fokus udah ga ngerespon kehadiran orang sekitar. Seolah sedang berkomunikasi dengan entah apa di dunia lain sana. Lalu selama 2 jam lebih gw disamping nenek menuntun membaca ayat suci. Mulai dari badannya masih gerak2, terus kakinya diem, terus tangannya diem, sampai tinggal rahangnya yg bergerak dan nenek bener-bener pergi.

Gw kebayang2 terus sampai sekarang. Nenek usia 85 semasa hidupnya sholeha ga pernah neko2 rajin solat ngaji ga pernah lupa. Itu aja prosesi sakratul mautnya bagi gw cukup mencengangkan walaupun kata nyokap dan om itu termasuk tenang. Iya sih, dibandingin dengan pas gw koass di RS dulu ngeliat pasien pas mau meninggal. Nenek pergi dengan tenang.

Terus gw mikir lagi. Lah gw usia 24 saat ini sok tau udah pengen mati bunuh diri pula. Solat jarang ngaji apalagi. -___- Astaghfirullah. Mau kaya apa proses kematian gw nanti. Iya kalau bunuh diri terus langsung mati. Kalau sakratul mautnya ga tenang gimana. Ya Allah naudzubillah. Astaghfirullah.

Ga cuma menyaksikan saat-saat terakhir nenek, gw juga ikut prosesi memnadikan jenazah, mengantar ke makam dll. Terus gw jadi ngebayangin kalau gw mati gimana. Dalam bayangan gw nyokap bokap adek keluarga sahabat pasti sedih banget terus iya kalau seluruh prosesi pemakaman gw lancar. Kalau nggak kan malu ya keluarga. *ga tau penting apa ga mikirin ini tapi gw kepikiran*

Jadi coba buat kalian yang sering kepikiran bunuh diri, mikir lagi deh. Gw tau emang itu depresi sialan ngajakin kita buat mati terus. Tapi jangan sampai bunuh diri ya Allah jangan sampai. Melawan kehendak alam apapun itu ga baik. Sekali2 jalanlah ke makam atau pergi melayat, dan resapi apa itu kematian. Dan bersyukurlah masih dikasih kesempatan untuk berbuat sesuatu di dunia sebagai penolong di akhirat nanti.

Sorry kalau kesannya gw mengumbar saat-saat terakhir nenek. Kejadian itu membawa gw pada banyak pelajaran dan gw inign membagi pada kalian semua terutama yang suka curhat ama gw pengen mati. Sama kok gw juga suka kepikir mau bunuh diri. Tapi semoga kita semua dilindungi Tuhan dan nggak melakukan tindakan bunuh diri lagi. Segera cari pertolongan saat rasa itu datang.

Gw juga berharap ini ga cuma pemikiran sesaat gw aja. Semoga emang pikiran mindset gw berubah tentang kematian jadi ga main-main dengan kematian lagi. Amin. Kalian juga ya.. Semangat shaaayy.. Love u. Hug.